POSTUR APBD

  Akun Anggaran/Pagu Realisasi %
Pendapatan Daerah 918,59 M 305,48 M 33.26
PAD 121,14 M 28,63 M 23.64
Pajak Daerah 23,91 M 3,45 M 14.41
Retribusi Daerah 77,19 M 24,60 M 31.86
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 13,20 M 0,00 M 0.00
Lain-Lain PAD yang Sah 6,84 M 0,59 M 8.65
TKDD 772,47 M 268,48 M 34.76
Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat 772,47 M 268,48 M 34.76
Pendapatan Lainnya 24,97 M 8,37 M 33.52
Pendapatan Transfer Antar Daerah 24,97 M 8,37 M 33.52
Belanja Daerah 939,79 M 197,84 M 21.05
Belanja Pegawai 433,66 M 112,66 M 25.98
Belanja Pegawai 433,66 M 112,66 M 25.98
Belanja Barang dan Jasa 274,54 M 39,79 M 14.50
Belanja Barang dan Jasa 274,54 M 39,79 M 14.50
Belanja Modal 77,03 M 2,36 M 3.06
Belanja Modal 77,03 M 2,36 M 3.06
Belanja Lainnya 154,57 M 43,02 M 27.83
Belanja Bagi Hasil 3,52 M 0,00 M 0.00
Belanja Bantuan Keuangan 109,04 M 34,31 M 31.46
Belanja Hibah 38,64 M 8,65 M 22.38
Belanja Bantuan Sosial 0,06 M 0,00 M 0.00
Belanja Tidak Terduga 3,31 M 0,07 M 2.01
Pembiayaan Daerah 21,21 M 0,00 M 0.00
Penerimaan Pembiayaan Daerah 21,21 M 0,00 M 0.00
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya 21,21 M 0,00 M 0.00
Pengeluaran Pembiayaan Daerah 0,00 M 0,00 M 0
Penyertaan Modal Daerah 0,00 M 0,00 M 0

Apabila data pada tabel diatas terdapat keterangan "terindikasi anomali", maka hal tersebut dapat disebabkan oleh:

  1. Nilai serapan/realisasi pendapatan dan/ atau belanja terhadap anggaran pada APBD Murni pemda tersebut berada di luar batas normal sebaran pendapatan/belanja seluruh pemda secara nasional yang dihitung berdasarkan konsep outlier menggunakan Box-Plots, dan/atauSebaran serapan pendapatan/belanja terhadap anggaran di APBD Murni di luar range normal sebaran pendapatan/belanja seluruh pemda secara nasional yang dihitung berdasarkan konsep outlier menggunakan Box-Plots, dan/atau
  2. Belanja di bulan n kurang dari n/12 dikali anggaran gaji dan tunjangan ASN di APBD Murni

*) Data Akun TKDD pada postur APBD merupakan data yang dilaporkan pemda ke SIKD.