Seminar Internasional – Sinergi untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Inklusif
Jakarta, 24 September 2024 – Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menyelenggarakan Seminar Internasional Desentralisasi Fiskal Tahun 2024 yang bertemakan “Optimizing Fiscal Decentralization for Pathway to Promote Growth, Wellbeing and Convergence” Tema ini selaras dengan tema kebijakan fiskal nasional tahun 2025 yaitu “akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif” yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi, wellbeing, dan konvergensi antardaerah.
Seminar ini juga dihadiri oleh Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Dalam Negeri, Bapak Tito Karnavian, Chief Economist and Senior Vice President World Bank Group, Indermit Gill dan beberapa international speaker lainnya.
Dalam kesempatan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, desentralisasi merupakan isu yang sangat penting bagi seluruh negara di dunia. Oleh karenanya, perbaikan kinerja desentralisasi dan otonomi daerah menurutnya adalah suatu keniscayaan.
Menteri Keuangan juga menyampaikan sejumlah kriteria manfaat desentralisasi yang sebelumnya dipaparkan oleh ekonom World Bank, Indermit Gill, di kesempatan tersebut. Antara lain yaitu mengurangi ketidakseimbangan vertikal, mengurangi ketidakseimbangan horizontal, meningkatkan responsivitas kebutuhan tiap daerah, mendorong kompetisi dan inovasi, serta yang kelima adalah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi.
“Saya rasa ini adalah manfaat desentralisasi fiskal yang sekarang menjadi panduan dan sudah dilaksanakan. Berbagai hal ini menjadi panduan sekaligus telah diimplementasikan secara bersama-sama dengan Kemendagri dan juga melibatkan Kementerian/Lembaga lainnya,” ujar Menkeu.
Dalam seminar tersebut, pemerintah juga memyerahkan penghargaan Insentif Fiskal kepada daerah yang mempunyai kinerja terbaik dalam tahun berjalan yang akan diberikan kepada perwakilan masing-masing 7 Daerah Terbaik pada Kategori Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Kategori Percepatan Belanja Daerah yang mewakili 130 daerah penerima Insentif Fiskal masing-masing kategori tersebut. Selain penghargaan Insentif Fiskal kepada pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota, juga akan diberikan penghargaan Insentif Desa kepada desa yang memiliki kinerja terbaik berdasarkan kategori kinerja keuangan dan pembangunan desa, kategori tata kelola keuangan dan akuntabilitas keuangan desa.
Dengan adanya sharing session dari berbagai ahli dan praktisi dari mancanegara yang telah memaparkan berbagai aspek pelaksanaan dan strategi Desentralisasi Fiskal diharapkan dapat menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan fiskal yang tepat untuk menjawab tantangan dan peluang yang dihadapi Indonesia di masa yang akan datang sehingga dapat memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat.




Comments
Comments are closed.