WhatsApp-Image-2025-07-23-at-09.34.42_d0c28fb0

80.000 Koperasi Desa Merah Putih Siap Gerakkan Ekonomi Kerakyatan dari Pelosok Nusantara

Jakarta, 2025 – Dalam semangat membangun Indonesia dari pinggiran, sebanyak 80.000 Koperasi Desa Merah Putih dicanangkan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis desa. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi nasional dengan mendorong kemandirian dan produktivitas masyarakat desa melalui sistem koperasi yang modern dan inklusif.

Gerakan nasional bertajuk “Dari Desa, Untuk Indonesia” resmi diluncurkan sebagai upaya memberdayakan potensi lokal desa melalui pembentukan dan penguatan koperasi. Melalui video kampanye yang menampilkan aktivitas ekonomi desa seperti pertanian, peternakan, kerajinan, hingga digitalisasi, gerakan ini menegaskan bahwa desa bukan sekadar objek pembangunan, tetapi subjek utama pembangunan nasional.

Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat desa, pengurus koperasi lokal, pelaku UMKM, petani, dan peternak, serta didukung oleh lembaga pemerintah, BUMDes, dan sektor swasta. Koperasi Desa Merah Putih menjadi wadah kolektif yang mengintegrasikan produksi, distribusi, dan pemasaran dalam satu sistem yang transparan dan berkeadilan.

Pelaksanaan program menyasar seluruh wilayah pedesaan di Indonesia, mulai dari daerah pesisir, pegunungan, hingga pelosok nusantara. Program ini dirancang dengan pendekatan kontekstual, di mana setiap koperasi dibentuk sesuai dengan karakteristik lokal, baik dari segi potensi ekonomi maupun sosial-budaya.

Program telah dimulai secara bertahap sejak awal tahun 2024 dan terus diperluas hingga tahun 2025, dengan target terbentuknya 80.000 koperasi aktif hingga akhir tahun. Evaluasi dan penguatan kelembagaan akan dilakukan secara berkelanjutan untuk menjamin keberlangsungan koperasi.

Pembangunan ekonomi selama ini dinilai terlalu terpusat dan belum menyentuh masyarakat lapisan terbawah secara merata. Program Koperasi Desa Merah Putih menjadi jawaban atas kebutuhan pemerataan ekonomi dengan menggerakkan kekuatan desa sebagai basis produksi dan konsumsi. Selain itu, koperasi dinilai sebagai sistem yang paling cocok untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemandirian ekonomi rakyat.

Setiap desa akan dibekali pendampingan teknis untuk membentuk koperasi yang sehat dan produktif. Dukungan teknologi, akses keuangan mikro, pelatihan manajemen, dan konektivitas pasar akan menjadi prioritas utama. Model koperasi dikembangkan dengan prinsip gotong royong, transparansi, dan akuntabilitas, agar setiap anggota mendapat manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Gerakan ini juga didukung kampanye komunikasi nasional yang membangkitkan semangat nasionalisme dan kebanggaan membangun negeri dari desa.

Dengan slogan “Dari Desa, Untuk Indonesia”, gerakan ini diharapkan mampu menjadi lokomotif baru pembangunan ekonomi nasional yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

/ Berita

Share the Post

About the Author

Comments

Comments are closed.